Novel rahasia bintang karya dyan nuranindya pdf

 
    Contents
  1. Jurnal BASASTRA
  2. Novel keegan s love pendant
  3. Dyan nuranindya
  4. IPI Author Profile: Author not found

novel rahasia bintang dyan nuranindya ebook, novel rahasia bintang dyan nuranindya pdf, novel rahasia bintang dyan nuranindya doc, novel rahasia bintang. download rahasia bintang dyan nuranindya pdf, mobi file of rahasia bintang dyan nuranindya author konformitas dalam novel teenlit rahasia bintang karya. download rahasia bintang dyan nuranindya pdf, mobi file of rahasia bintang dyan nuranindya konformitas dalam novel teenlit rahasia bintang karya dyan.

Author:PHIL STREITMATTER
Language:English, Spanish, Japanese
Country:Kazakhstan
Genre:Technology
Pages:764
Published (Last):30.06.2016
ISBN:445-5-60504-154-4
Distribution:Free* [*Register to download]
Uploaded by: DOMINGA

60457 downloads 112591 Views 37.32MB PDF Size Report


Novel Rahasia Bintang Karya Dyan Nuranindya Pdf

Read Online Now rahasia bintang dyan nuranindya Ebook PDF at our Library. Get rahasia bintang dyan nuranindya PDF file for free from our online library. dyan nuranindya,read file rahasia bintang dyan nuranindya pdf live, where i can nuranindya konformitas dalam novel teenlit rahasia bintang karya dyan. novel rahasia meede karya e. s. ito dan novel the da vinci code karya dan brown: bintang dyan nuranindya pdf epub mobi download rahasia bintang dyan.

Stefanie said: Novel Sepatu Kaca ini mengawali kisahnya dengan seorang gadis bernama Penelope - atau lebih Books by Agnes Jessica Author of Tunangan? Agnes Jessica's most popular book is Tunangan? Sepatu Kaca by. Agnes Jessica. Bram lalu menyuruh Eman melepaskan sepatu Sheila dan membuatkan teh. Pria itu editor dari salah satu penerbit terkenal di jakarta. Bram lalu menyuruh Eman melepaskan sepatu Sheila dan membuatkan teh, semetara itu ia GET pdf. Tebal : halaman. Mungkin dia bukan tipe pangeran yang bakal mungut sepatu kaca, tapi Magazine - Provoke! Online ; 13 Des

The result of the research shows that 1 there is negative charge of conformity from the teenlit novel Rahasia Bintang by Dyan Nuranindya, that is a smoking; b cheating; c school truant; d wild racing in the street; e clubbing; f fight and brawl; g alcohol and drug abuse.

The charge of conformity of Rahasia Bintang is the strengthening of the character shape and knowledge of adolescent life lessons that can be used as a teenager to avoid actions taht violate norms; 2 reader reception in the teenlit novel Rahasia Bintang by Dyan Nuranindya, include regular readers, ideal readers and implicit readers. Kata kunci: Selain itu, karya sastra dapat diartikan sebagai artefak yang belum memiliki makna tanpa kehadiran pembaca. Sastra merupakan ekspresi kehidupan manusia yang tak lepas dari akar masyarakatnya.

Endraswara mengutip pendapat Laurenson dan Swingewood menyampaikan bahwa kehidupan sosial menjadi pemicu lahirnya karya sastra. Sosiologi dan sastra memiliki perbedaan tertentu tetapi sebenarnya dapat memberikan penjelasan terhadap makna teks sastra Menurut pandangan Junus , kajian resepsi sastra dapat menggunakan pendekatan elektik dengan kajian sastra lain.

Short-link Link Embed. Share from cover. Share from page: Ada tiga perspe Page 8 and 9: Munoz, N. More magazines by this user.

Close Flag as Inappropriate. You have already flagged this document. Thank you, for helping us keep this platform clean.

The editors will have a look at it as soon as possible. Bahkan studi sastra populer mulai banyak dilakukan, baik yang kemudian menghasilkan kritik akademik maupun nonakademik.

Hal tersebut mengakibatkan munculnya sastra populer genre-genre baru, seperti teenlit, chicklit, maupun momlit Dewojati, Kusmarwanti mengungkapkan bahwa novel teenlit muncul sekitar tahun an yang kemudian menjadi sebuah genre baru dalam khazanah kesusasteraan Indonesia Usia remaja menurut aliran kontemporer membatasi antara 11 hingga 22 tahun.

Mereka sangat gemar dengan hal-hal yang berbau remaja, menyegarkan, dan bersahabat dengan mereka. Jenis novel yang banyak digemari remaja pada umumnya adalah novel teenlit, dimana gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini banyak didominasi bahasa gaul, ringan, dan mudah dipahami. Mereka seakan menjadi ketagihan untuk membaca dan melanjutkan bacaan sampai akhir cerita di setiap satu judul novel teenlit, salah satunya adalah novel Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya.

Novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya merupakan novel remaja yang tidak hanya berkisah cerita cinta tetapi di dalamnya terkandung muatan konformitas yang banyak dilakukan oleh remaja SMA, khususnya konformitas yang bersifat negatif. Misalnya mencontek, membolos, merokok, tawuran, bahkan minum minuman keras.

Konformitas tersebut merupakan salah satu bentuk fenomena sosial yang banyak terjadi di kalangan remaja, khususnya anak SMA yang hingga sekarang masih banyak dijumpai. Hal itu didorong oleh beberapa faktor, antara lain kohesivitas, kesepakatan kelompok, keterikatan terhadap kelompok, dan sebagainya. Berdasarkan pemaparan di atas, rumuskan masalahan dalam penelitian ini sebagai berikut.

Pertama, bagaimanakah muatan konformitas dalam novel teenlit Rahasia Bintang karya Dian Nuranindya? Kedua, bagaimana resepsi pembaca terhadap novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1 muatan konformitas dalam novel teenlit Rahasia Bintang karya Dian Nuranindya; 2 resepsi pembaca terhadap novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya. Novel sebagai sebuah karya fiksi menawarkan sebuah dunia, yaitu dunia yang berisi model kehidupan yang diidealkan, dunia imajiner yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya.

Cerita yang baru muncul sesudah drama, puisi, dan lain-lain. Cerita di dalam novel terdapat pergolakan jiwa yang dapat mengalihkan perjalanan nasib. Novel mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada suatu saat yang tegang dan pemusatan kehidupan yang tegas. Novel merupakan karya fiksi yang mengungkapkan aspek-aspek kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan dengan halus.

Berkenaan dengan hal tersebut, Garcia Munoz dan Fedele mengutip pendapat Hoffner dan Buchanan, menyatakan bahwa fictional characters is a strategic communicative process that has interested both academics and produsers in cultural studies.

Karakteristik fiksi adalah proses komunikatif yang strategis yang telah menarik pendidikan dan produsen dalam industri budaya. Di pihak lain, Nurgiyantoro menyatakan: Novel adalah karya fiksi yang dibangun oleh unsur-unsur pembangun, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur intrinsik novel terdiri atas plot atau alur, tema, penokohan, sudut pandang, amanat, dan latar. Unsur ekstrinsik novel berhubungan dengan pengarang, yaitu latar belakang pendidikan pengarang biografi kehidupan sosial pengarang, ataupun psikologi pengarang hlm.

Jurnal BASASTRA

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya novel adalah salah satu jenis karya sastra berupa cerita fiksi yang menceritakan kejadian kehidupan yang diimajinasikan oleh pengarang. Jenis novel mencerminkan keragaman tema dan kreativitas dari sastrawan yang tak lain adalah pengarang novel. Nurgiyantoro 16 membedakan novel menjadi novel populer dan novel serius. Berikut adalah pembahasan lebih mendalam tentang novel populer dan novel serius. Nurgiyantoro memberikan batasan novel populer adalah novel yang populer pada masanya dan banyak penggemarnya, khususnya pembaca di kalangan remaja Novel populer tidak menampilkan permasalahan kehidupan secara lebih intens dan tidak berusaha meresapi hakikat kehidupan.

Menurut Dewojati mengutip pernyataan Sumardjo, , sastra populer lahir kemudian menjadi bacaan dengan banyaknya jumlah pembaca disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu pembaca dengan latar belakang pendidikan menengah ataupun pendidikan dasar meningkat pada tahun an 6. Novel populer memiliki karakter isi yang tidak rumit dan cenderung santai.

Satra populer mulai dianggap sebagai bidang studi yang sungguh-sungguh. Sekali memulai mengahadapi sastra sebagai praktek komunikasi yang memiliki akar sosial dan historis maka kita sama sekali tidak bisa mengesampingkan dunia fiksi yang mengendalikan khalayak luas tersebut. Kajian sastra populer menjadi penting karena dapat menghadirkan kaitan antara bidang sastra dengan bidang seni lainnya.

Novel keegan s love pendant

Sastra populer yang memiliki banyak peminat, kedudukannya patut untuk diperhitungkan Dewojati, Bahkan, studi mengenai sastra populer mulai banyak dilakukan, baik yang selanjutnya menghasilkan kritik akademik maupun kritik nonakademik.

Hal tersebut mengakibatkan muncul genre-genre baru dalam dunia sastra populer, seperti chicklit, momlit, dan teenlit. Berbeda dengan novel populer yang selalu mengikuti selera pasar, novel sastra tidak bersifat mengabdi pada pembaca. Novel sastra cenderung menampilkan tema-tema yang lebih serius. Teks sastra sering mengemukakan sesuatu secara implisit, sehingga hal ini bisa dianggap menyibukkan pembaca.

Dyan nuranindya

Nurgiyantoro mengungkapkan bahwa jumlah novel serius dan pembacanya akan memiliki gaung dan bertahan dari waktu ke waktu. Misal saja polemik Takdir, Armin Pane dan Sanusi Pane pada dekade an yang kini masih cukup relevan untuk disimak Istilah teenlit merupakan gabungan kata yang diambil dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu teenager dan literature. Kata teenager merupakan gabungan dari kata teens, age, dan sufiks -er.

Teens berarti dari berumur 13 hingga 19 tahun, age berarti usia, dan sufiks -er kurang lebih dapat disetarakan dengan prefiks pedalam bahasa Indonesia Melody, Berdasarkan penjabaran ini, novel teenlit dapat didefinisikan sebagai bacaan untuk seseorang yang berusia antara 13 hingga 19 tahun. Novel teenlit menjadi populer karena isinya tidak dibebani misi yang bermacam-macam. Dalam fiksi jenis ini tidak dijumpai struktur cerita yang kompleks, perenungan mendalam, ataupun gagasan tertentu yang hendak disampaikan.

Novel tersebut biasanya mengenai kehidupan anak muda dengan karakter apa adanya dan dikemas dengan bahasa yang ringan. Remaja yang menjadi pangsa pasar teenlit karena novel-novel teenlit berisi tentang remaja, dari gaya bahasa hingga tema cerita berkisar remaja.

Hal tersebut relevan dengan definisi yang diberikan Melody mengutip pendapat Sitta Karina novel teenlit merupakan kisah seputar remaja, mengenai kisah percintaannya, romantisnya, kehidupannya, khayalannya, impiannya, dan lingkup remaja ini sendiri dari anak SMP sampai dengan mahasiswa perkuliahan Ada beberapa kajian telaah karya sastra, salah satunya dalah pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini banyak diminati peneliti yang ingin melihat sastra sebagai cermin kehidupan masyarakat.

Kehidupan sosial akan menjadi pemicu lahirnya karya sastra. Para ahli sosiologi sastra memperlakukan karya sastra sebagai karya yang ditentukan oleh keadaan masyarakat dan kekuatan zamannya, yaitu pokok masalahnya, penilaian-penilaian yang implisit, dan eksplisit yang diberikan. Stefan menyatakan bahwa One can use sociology in many areas of literature, from the macro social to the interpersonal ones, from the political to the economical ones. Sosiologi dapat digunakan di banyak bidang sastra, dari sosial makro hingga interpersonal, dari politik hingga ekonomi Persamaan sosiologi dan sastra diuntunjukkan melalui dua aspek mendasar, yaitu persamaan genetis dan persamaan struktur.

Ratna menyatakan bahwa persamaan genetis karena sastra berasal dari masyarakat, sedangkan persamaan struktur karena keduanya memiliki struktur yang relatif sama. Persamaan ini yang memengaruhi antar keduanya Penelitian sosiologi sastra lebih banyak memperbincangkan hubungan antara pengarang dengan kehidupan sosialnya, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra akan terbentuk oleh suasana lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu.

Aspek-aspek kehidupan akan memantul penuh ke dalam karya sastra. Ada tiga perspektif dalam sosiologi sastra, yaitu perspektif teks sastra, biologis, dan reseptif resepsi. Berkaitan dengan resepsi sastra, Ratna mengemukakan bahwa resepsi sastra berasal dari kata recipere bahasa Latin , reception bahasa Inggris yang berarti sebagai penerimaan atau penyambutan pembaca.

Dalam arti luas resepsi didefinisikan sebagai pengolahan teks, cara-cara pemberian makna terhadap karya, sehingga dapat memberikan respons terhadapnya Tanggapan pembaca pada dasarnya akan sampai pada pemaknaan teks sastra. Pembaca harus membuat konkretisasi sendiri berdasarkan pengalamannya atas teks sastra. Konkretisasi itu berada pada ketegangan antara struktur karya sastra dengan norma yang dominan pada masa tertentu.

Dalam melakukan konkretisasi, pembaca biasanya menerapkan sejumlah pengetahuannya. Pengetahuan ini akan membentuk horison harapan pembaca pada saat berhadapan dengan teks sastra. Horison harapan tersebut akan mengarahkan kesan, tanggapan, dan penerimaan teks sastra oleh pembaca.

Pembaca karya sastra memiliki perbedaan dalam menerima teks dan menyikapi suatu teks sastra. Perbedaan pengalaman pembaca akan menentukan pemaknaan dan keberterimaan teks sastra. Dalam hal ini Endraswara membagi kategori pembaca menjadi tiga kriteria, yaitu: 1 Super reader atau pembaca ideal adalah pembaca yang berpengalaman.

Pembaca ideal biasanya memiliki dan banyak membaca teori-teori sastra; 2 Informed reader atau pembaca implisit, yaitu pembaca yang tahu dan berkompeten. Pembaca ini biasanya memiliki kemampuan bahasa, semantik, dan kode sastra yang cukup; 3 Intended reader atau real reader, yakni pembaca yang telah berada dalam benak penulis ketika merekontruksikan idenya. Pembaca semacam ini adalah manusia yang benar-benar melakukan tindakan pembacaan.

Selain tiga kategori pembaca di atas, masih terdapat satu kategori pembaca yang disebutkan oleh Endraswara, yaitu pembaca awam. Menurut Endraswara , pembaca awam memiliki peranan penting terhadap makna teks. Pembaca awam kadang-kadang juga lebih objektif dan polos, sehingga menilai karya sastra menurut pengetahuan dan visinya.

Mereka lebih orisinal dalam membaca karya sastra karena belum terkontaminasi dengan teori-teori. Tugas pembaca dalam setiap aktivitas resepsi memang tidak mudah. Pembaca sering dihadapkan pada teks-teks sastra yang relatif rumit. Hal ini akan dipengaruhi juga oleh terjadinya penyimpangan-penyimpangan sistem sastra.

Berkaitan dengan hal itu, seorang peneliti resepsi hendaknya mampu mengungkap berbagai hal tentang upaya pembaca menyikapi teks sastra. Selanjutnya, terkait dengan konformitas, Jalaludin mengatakan apabila sejumlah orang dalam kelompok mengatakan atau melakukan sesuatu, ada kecenderungan para anggota untuk mengatakan dan melakukan hal yang sama Sejalan dengan hal tersebut, Sarwono dkk mengutip simpulan Baron, berpendapat: Konformitas adalah suatu bentuk pengaruh sosial, dimana individu mengubah sikap dan tingkah lakunya agar sesuai dengan norma sosial.

Norma sosial merupakan aturan-aturan yang mengatur tentang bagaimana sebaiknya manusia bertingkah laku. Manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat bertahan hidup, salah satumya dengan cara melakukan tindakan yang sesuai dan diterima secara sosial atau disebut dengan konformitas Pada remaja, tekanan teman ssitea lebih dominan.

Hal ini disebabkan oleh besarnya keinginan untuk menjaga harmonisasi dan penerimaan sosial dalam kelompok. Oleh karena itu, remaja cenderung menghindari penolakan dari teman ssitea dengan bersikap konformis atau sama dengan teman ssitea.

Kecenderungan untuk melakukan konformitas tidak selalu berarti hanya mengikuti pada hal-hal yang positif saja. Manusia juga dapat melakukan konformitas pada bentuk-bentuk perilaku negatif. Sarwono menjelaskan karena kuatnya ikatan emosi dan konformitas kelompok pada remaja maka biasanya hal ini sering dianggap juga sebagai faktor yang menyebabkan munculnya tingkah laku remaja yang buruk. Misalnya seks bebas, perilaku agresif remaja anggota geng motor, dan perkelahian atau tawuran antarpelajar dalam Trida, Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa konformitas adalah bentuk pengaruh sosial yang menyebabkan seorang individu mengadopsi, meniru, dan mengikuti tingkah laku individu lain karena tekanan dari kenyataan ataupun tekanan yang timbul dalam kelompok.

Pendekatan sosiologi sastra dan resepsi sastra digunakan untuk mengetahui bagaimana muatan konformitas dan tanggapan pembaca mengenai novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis isi dan wawancara dengan informan.

Waktu penelitian ini selama empat bulan, yaitu antara bulan Maret hingga bulan Juli Sumber data kajian ini berupa novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya, transkip wawancara, dan para informan yang terdiri atas pengarang, pembaca biasa, pembaca ideal, dan pembaca implisit. Penelitian ini menggunakan teknik sampling berupa purposive random sampling dan menggunakan model analisis interaktif oleh Milles dan Hubermann berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.

Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan hasil data kajian muatan konformitas dalam novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya dan hasil wawancara dengan informan. Untuk mendapatkan kevalidan, dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dengan merefleksikan antara data yang diperoleh dari hasil analisis isi novel teenlit Rahasia Bintang karya Dyan Nuranindya dengan data hasil wawancara yang diperoleh dari para informan.

Sekilas tentang Novel Teenlit Rahasia Bintang Rahasia Bintang merupakan novel cinta yang diwarnai beberapa konflik khas remaja. Selain itu, di dalamnya juga terdapat muatan konformitas yang sering digambarkan lewat tokoh Aji. Tokoh utama dalam novel ini adalah Keisha, Aji, dan Reno. Secara fisik, Keisha adalah sosok gadis mungil, imut, berambut panjang, bermata lebar, dan mempunyai lesung pipi yang manis.

Keisha merupakan gadis polos yang memiliki rasa sayang terhadap keluarga dan temantemannya. Keisha juga memiliki sifat yang sopan dan mudah bergaul, ia akrab dengan Mang Udin, pria setengah baya penjaga stasiun kereta api.

Tokoh Aji digambarkan memiliki watak yang angkuh, tempramental, bandel, iseng, dan bersama gengnya suka mencari keributan. Ia termasuk murid nakal di sekolah Keisha.

IPI Author Profile: Author not found

Selain playboy, Aji juga sering berkelahi, minum minuman keras, dan clubbing. Namun tingkah lakunya yang buruk itu dapat diluluhkan oleh Keisha. Reno digambarkan memiliki watak yang baik, ramah, pengertian, dan misterius. Konflik utama dalam Rahasia Bintang adalah kisah persahabatan dan percintaan yang dialami oleh tokoh utama.

Sebenarmya Keisha bertemu kembali dengan Reno di Jakarta tapi ia tak menyadarinya.

Similar files:


Copyright © 2019 liomnemlibicon.tk.